News Photo

Rapat Program Akreditasi Ke-2 BAN-PDM Provinsi Papua Tahun 2025

Pada 08 Agustus 2025, Dalam rangka pelaksanaan Rapat Program Akreditasi (RPA) ke-2,  Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Papua menyelenggarakan kegiatan yang berlangsung penuh selama satu hari, dimulai pukul 08.00 WIT hingga 16.30 WIT.

Kegiatan diawali pada pukul 08.00 – 08.30 WIT dengan Acara Pembukaan, meliputi pembacaan doa serta arahan dari Sekretaris BAN-PDM Provinsi Papua, dipandu oleh MC Rastry Sariningtias, bersama Else Sulastri Aninam 

Selanjutnya, pada pukul 08.30 – 09.45 WIT, Kepala BPMP Provinsi Papua menyampaikan materi mengenai Peran BPMP dalam mendorong dan mempersiapkan satuan pendidikan untuk diakreditasi.

Dilanjutkan pada pukul 09.45 – 11.00 WIT, Ketua Forum PKBM Provinsi Papua memaparkan Peran Forum PKBM dalam mendorong dan mempersiapkan satuan pendidikan kesetaraan untuk diakreditasi.

Pada pukul 11.00 – 12.00 WIT, narasumber Immawan Margono, S.Pd., M.Pd. memberikan materi mengenai Kegiatan Kemitraan. Setelah itu, peserta mendapatkan waktu istirahat dari pukul 12.00 – 13.00 WIT.

Memasuki sesi siang, pukul 13.00 – 14.00 WIT, Komisi Pelaksana Akreditasi, Data dan Aplikasi memaparkan Progres Pelaksanaan Visitasi PAUD. Kemudian, pukul 14.00 – 15.00 WIT, Komisi SDM melaksanakan Pelatihan Asesor Dasmen yang berlanjut pada pukul 15.00 – 16.00 WIT dengan Sosialisasi Akreditasi Dasmen.

Kegiatan diakhiri dengan Acara Penutupan pada pukul 16.00 – 16.30 WIT, yang berisi doa penutup dan arahan dari Ketua BAN-PDM Provinsi Papua, dipandu oleh MC Rastry Sariningtias bersama Supriadi dan Siti Amanah, S.E., M.Si.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi, sinergi, dan kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan akreditasi satuan pendidikan di Provinsi Papua, baik pada jenjang PAUD, pendidikan dasar, maupun pendidikan menengah.

Materi: Peran BPMP dalam Mendorong dan Mempersiapkan Satuan Pendidikan untuk Diakreditasi

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang memiliki mandat untuk memfasilitasi peningkatan mutu pendidikan. Dalam konteks akreditasi, BPMP berperan sebagai mitra strategis BAN-PDM dalam memastikan satuan pendidikan, baik PAUD, pendidikan dasar, maupun menengah, memiliki kesiapan yang memadai sebelum dilakukan penilaian akreditasi.

Tujuan Peran BPMP dalam Akreditasi

  • Menjamin kesiapan administrasi dan mutu satuan pendidikan sebelum visitasi akreditasi.
  • Memastikan pemahaman regulasi dan instrumen akreditasi terbaru di tingkat sekolah.
  • Mendorong peningkatan capaian mutu berdasarkan Rapor Pendidikan dan Evaluasi Diri Sekolah (EDS).
  • Membantu satuan pendidikan 3T di Papua agar tidak tertinggal dalam proses dan kualitas persiapan.

Lingkup Peran BPMP

a. Sosialisasi dan Advokasi

  • Menjelaskan kebijakan akreditasi terbaru sesuai Peraturan BAN-PDM dan Permendikbudristek terkait.
  • Menyampaikan pentingnya akreditasi sebagai jaminan mutu dan syarat legalitas satuan pendidikan.
  • Melakukan advokasi ke pemerintah daerah untuk mendukung pembiayaan dan pendampingan.

b. Pendampingan Teknis

  • Membimbing sekolah dalam pengisian Evaluasi Diri Satuan Pendidikan (EDSP) dan Pengumpulan Dokumen (UPD) pada Sispena.
  • Memberikan pelatihan pemanfaatan Rapor Pendidikan untuk mengidentifikasi kelemahan dan menyusun program perbaikan.
  • Memfasilitasi workshop persiapan akreditasi di tingkat kabupaten/kota.

c. Penguatan Mutu Berbasis Data

  • Menggunakan data Rapor Pendidikan, Asesmen Nasional, dan Dapodik untuk mengukur kesiapan.
  • Menyediakan peta mutu satuan pendidikan per wilayah, sehingga prioritas pembinaan lebih tepat sasaran.

d. Kolaborasi dan Kemitraan

  • Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Forum PKBM, dan organisasi mitra untuk memperluas jangkauan pembinaan.
  • Membentuk tim fasilitator daerah yang siap memberikan pendampingan di lapangan.

Tantangan di Papua

  • Geografis dan Aksesibilitas: Banyak satuan pendidikan di wilayah pegunungan atau pulau terluar sulit dijangkau.
  • Keterbatasan SDM: Kekurangan tenaga pendidik yang memahami instrumen akreditasi terbaru.
  • Infrastruktur Teknologi: Koneksi internet terbatas sehingga sulit mengunggah dokumen ke Sispena.
  • Kesenjangan Mutu: Perbedaan kualitas antara sekolah di kota dan wilayah 3T cukup signifikan.

Strategi BPMP dalam Menghadapi Tantangan

  1. Model Pembinaan Hybrid: Menggabungkan tatap muka langsung di daerah strategis dengan pendampingan daring bagi wilayah yang memiliki akses internet.
  2. Pemanfaatan Fasilitator Lokal: Menggunakan tenaga pendidik berpengalaman di daerah sebagai mentor akreditasi.
  3. Penyusunan Modul Sederhana: Membuat panduan akreditasi dalam format cetak dan visual agar mudah dipahami.
  4. Penguatan Kemitraan dengan Pemerintah Daerah: Mengoptimalkan dukungan anggaran dan kebijakan lokal.
  5. Pengiriman Tim Mobile BPMP: Tim yang siap turun langsung ke daerah terpencil untuk membantu persiapan akreditasi.

Indikator Keberhasilan

  • Peningkatan jumlah satuan pendidikan yang terakreditasi atau naik peringkat akreditasi.
  • Tingkat kepatuhan sekolah dalam mengunggah dokumen dan mengisi instrumen akreditasi.
  • Penurunan jumlah sekolah yang tidak terakreditasi di wilayah Papua.
  • Peningkatan nilai mutu berdasarkan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

BPMP Provinsi Papua bukan hanya sebagai fasilitator, tetapi juga penggerak dan penghubung antara kebijakan pusat dan realitas di lapangan. Peran proaktif BPMP akan sangat menentukan kesiapan dan keberhasilan akreditasi, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis dan mutu yang beragam seperti Papua. Dengan sinergi yang kuat bersama BAN-PDM, Dinas Pendidikan, dan komunitas pendidikan, diharapkan akreditasi tidak hanya menjadi formalitas administratif, tetapi benar-benar menjadi instrumen peningkatan mutu berkelanjutan bagi seluruh satuan pendidikan.

 

Share This News

Comment

Kunjungi Rumah Data, Jantung Mutu Akreditasi Papua